Waspada, Bahaya Menembak Ikan di Sungai

Waspada, Bahaya Menembak Ikan di Sungai!! Satu lagi korban tewas di Bengkulu Utara (BU) lantaran tenggelam. Adalah Hermen (50), ditemukan tak lagi bernyawa di permukaan Sungai Air Besi, Desa Gunung Selan, Arga Makmur.

Tubuhnya ditemukan oleh warga dalam posisi sedikit mengapung di aliran sungai yang terbilang kecil tersebut. Tubuh korban tampak sudah nampak kembung, diduga kebanyakan terminum air sungai.

Data terhimpun RB, korban yang merupakan warga Desa Karang Anyar Arga Makmur sejak pukul 19.00 WIB sudah pergi dari rumahnya menembak ikan di sungai menggunakan alat tradisional. Namun hingga pukul 22.00 WIB korban tak kunjung pulang membuat keluarganya cemas.

Curiga, keluarga korban bersama beberapa warga melakukan pencarian di lokasi. Betapa terkejutnya, didapati tubuh korban terapung. Diduga koorban terpeleset saat mencari ikan, lalu tenggelam. Maklum, meski tak begitu luas namun aliran sungai terbilang dalam dan deras apalagi jika hujan.

Evakuasi yang dilakukan warga tidak mudah. Selain jauh dari jalan raya, lokasi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki lantaran melintasi tebing terjal dan perkebunan warga. Bahkan, tubuh korban harus dibawa dengan tandu berjalan kaki sekitar 30 menit sebelum diangkut dengan ambulans menuju ke rumahnya.

Anak korban Roni memutuskan untuk tidak membawa lagi ayahnya ke rumah sakit untuk divisum lantaran meyakini ayahnya murni meninggal karena kecelakaan di sungai, tidak ada faktor lain yang melatarbelakanginya. “Sudah tidak ada lagi (tak lagi bernapas), langsung saja dibawa ke rumah, disemayamkan dulu,” kata Roni yang tak mampu menahan tangis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BU, Tajul Akhyar menuturkan evakuasi jenazah kemarin dibantu masyarakat, TNI dan Polri. Beberapa warga dan keluarga juga memastikan jika kematian korban murni kecelakaan.

“Korban memang dikenal sering mencari ikan di sungai. Sudah biasa dia menembak ikan di sungai. Jenazah rencananya dimakamkan besok (pagi ini, red) oleh keluarga,” demikian Tajul.

Pantauan RB, sedikitnya 100 warga menjemput jenazah ke pinggir sungai. Warga terpaksa secara bergantian memikul tandu jenazah lantaran medan yang mendaki tebing

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.