Indahnya Negara Pegunungan Himalaya

Indahnya Negara Pegunungan Himalaya

Indahnya Negara Pegunungan Himalaya – Bhutan merupakan suatu negeri yang memiliki pemerintahan system kerajaan, negeri yang terletak diatas pegunungan Himalaya. Dengan terletak di antara Daerah Otonomi Tibet di Cina dengan India.

Kecuali panorama alam yang luar biasa di negeri Bhutan, citra kekal negeri ini kerap di kunjungi wisatawan seperti diatas awan. Dengan nilai budayanya serta adat yang kokoh yang mengikat kerajaan serta perihal tersebut dari negeri tetangganya yang terus menjadi besar.

Indahnya Negara Pegunungan Himalaya

Bhutan yakni salah satu negeri Buddhis Vajrayana di dunia, dengan tuntunan dalam adat budha masih terpelihara secara baik serta berikan akibat kokoh dalam segala aspek kehidupan masyarakat Bhutan. Karena lingkungannya yang murni serta masyarakat yang hidup serasi, Nagara Bhutan di sebutkan“ The Last Shangrila.”

Baca Juga: Peluang Besar Sportsbook Formula1

Bhutan merupakan negeri unik secara kultural ataupun area, Terdapat jauh di atas pegunungan Himalaya, Buhtan merupakan Kerajaan Budha sangat akhir yang masih terdapat di dunia, Sumber spesial pemasukan negeri kecil ini yakni pariwisata, tenaga air serta pertanian.

Saran Tempat Wisata Yang Bagus

Thimphu merupakan ibukota Bhutan yang terletak terdapat dibagian barat negeri itu. Kota ini di kenali sebagai pusat pemerintah raja serta rumah buat berbagai web agama Buddha, biara, serta museum.

Nah, apabila kalian memiliki hasrat berkunjung kota Thimphu, di dasar ini rujukan sebagian Indahnya Negara Pegunungan Himalaya.

Trashi Chho Dzong

Trashi Chho Dzong merupakan yang diucap salah satunya benteng sangat besar di Bhutan, telah dibentuk pada masa ke- 16. Tidak hanya itu Trashi Chho Dzong satu benteng yang terkenal dengan gabungan warna putih- merah- emas yang unik serta atap berjenjangnya.

Posisi benteng ini terdapat di teritori thimphu dengan arsitektur classic Bhutan yang menarik. Apabila kalian masuk ke benteng kalian bisa melihat banyak lukisan serta berbagai benda unik yang sangat sama dengan Buddha.

Terdapat festival tahunan yang bisa kalian kunjungi semacam Festival tahunan Tshechu yang di adakan masing- masing thaun pada hari 11- 15 kalender lunar. Festival tarian kedok tradisionil, serta sebagian foto suci, serta terdapat banyak kembali yang bisa kalian peroleh di festival memesona ini.

Changangkha Lhakhang

Kuil Buddha Changangkha Lhakhang kerapkali di kunjungi oleh sebagian orang- tua yang pengin mendapatkan karunia atas kelahiran anak mereka. Kuil tradisionil Bhutan ini menempati semacam benteng di punggung bukit di atas pusat Thimphu yang ramai dengan rutinitas peziarah.

Changangkha Lhakhang di bentuk pada masa keduabelas dalam sesuatu web yang di putuskan oleh Lama Phajo Drukgom Shigpo, aslinya dari Ralung di Tibet.

Sebagian orangtua datang kesini buat mendapatkan sebagian nama peruntungan buat balita mereka yang baru lahir ataupun karunia buat sebagian anak mereka yang kecil dari dewa proteksi Tamdrin( di samping kiri dalam tempat suci sisi dalam yang terbakar). Sebagian anak diberi berkah oleh phurba( keris ritus) serta dikasih benang suci.

Mural bidang dalamnya sangatlah baik. Tidak boleh berangkat tanpa terdapat berkunjung kuil ke arah tshomen( gadis duyung) di taman tengah serta nikmati panorama menawan dari lajur kora( melingkari) di seputar lingkungan. Hadirlah lebih kilat pada pagi hari, saat sebelum kelompok tiba, buat nikmati Changangkha dalam tempat sangat aman.

Tango Goemba

Tango yakni tempat tinggal Gyalse Rinpoche, yang di kira sebagai reinkarnasi ke- 7 dari Gyalse Tenzin Rabgye, pendiri Taktshang Goemba. Biara asli di bentuk pada masa keduabelas tetapi‘ orang edan yang suci’, Lama Drukpa Kunley, yang membuat gedung yang dikala ini pada masa ke- 15. Terkenal karena sisi depan meliuk yang menonjol, Tango yakni sisi dari kampus berarti riset Buddhis– universitas intinya terletak di lembah serta sebagian biksu bolak- balik antara ke- 2 nya sepanjang seharian.

Di tahun 1616 Zhabdrung Ngawang Namgyal berkunjung Tango serta bermeditasi di gua sangat dekat, serta lhama kepala menghadiahkan buat seluruh lingkungan. Sebagai rasa terima kasih, Zhabdrung memahat arca kayu cendana Chenresig, yang terpasangnya di biara. Karena ikatan dengan Zhabdrung, Tango jadi posisi yang populer buat dikunjungi sejauh peringatan meninggalnya di bulan April ataupun Mei, yang di kenali sebagai Zhabdrung Kuchoe.

Demikian Kamu capai goemba 3 lantai spesial, terdapat banyak kapel buat dikunjungi, terhitung zimchung lantai 3( rumah) dari Druk Desi ke- 4, di mana Kamu dapat terima karunia dari tongkatnya. Kayu- kayu di lingkungan sekelilingnya dihias dengan pahatan lembut 8 sinyal peruntungan Buddha. Pekerjaan restorasi lagi berjalan di goemba, mengenakan material yang diangkut dari landasan lembah mengenakan lajur kabel kuno.

Jalur setapak dari tempat parkirkan mobil mendaki 280m serta membutuhkan waktu seputar 40 menit apabila Kamu mengikut jalur setapak langsung yang lebih terjal, ataupun seputar satu jam apabila Kamu ambil jalur yang lebih panjang serta setahap.

National Memorial Chorten

Chorten besar ini merupakan landmark yang sangat terlihat di Thimphu, serta buat sebagian orang Bhutan ini jadi konsentrasi beribadah tiap hari. Stupa berpenampilan Tibet ini terbuat di tahun 1974 sebagai peringatan raja ke- 3, Jigme Dorji Wangchuck( 1928- 72). Pagi- pagi sekali yakni dikala yang cocok buat bertandang, karena sebagian orang lanjut usia jalan- jalan sekaligus bermeditasi di seputar chorten, keluarga menghidupkan lampu mentega.

Serta sebagian anak yang kenakan gho s serta anggap ( pakaian tradisionil buat laki- laki serta perempuan) lekas keluar secara cepat (ritus melingkari) di perjalanan ke sekolah.

Chorten bercat putih, dengan finial emasnya yang menarik matahari, memiliki paviliun yang di gambar dengan menawan menghadap mengarah mata angin.

Serta tampilkan mandala yang sulit, arca, serta kuil yang di peruntukkan buat raja yang populer. Perlakuan ini bersambung dari fajar hingga lama setelah hitam.

Tetapi turis tidak di sarankan buat bertandang saat malam hari buat membagikan waktu rehat. Saksikan barisan pengontrol waktu tua berdedikasi yang mengusung roda doa raksasa seukur ruang dari sisi pintu masuk spesial.

Motithang Takin Preserve

Apabila pengin saksikan secara langsung takin yang berisi hewan nasional Bhutan, sebab itu turis wajib datang ke Motithang Takin Preserve. Seluruh hewan takin yang ada sudah di jinakkan, lho.

Dechen Phodrang

Pada saat sebelum jadi sebagai sekolah negara, Dechen Phodrang yakni web Thimphu Dzong yang asli. Kapel di padati oleh mural serta berbagai lukisan yang berusia 800 tahun.

National Library of Bhutan

Bibliotek nasional dengan arsitektur berpenampilan karakteristik khas Bhutan ini di bentuk dengan arah buat melestarikan teks- teks kuno.

National Institute for Zorig Chusum

National Institute for Zorig Chusum tawarkan 13 jenis pelatihan yang terpaut dengan seni tradisionil Bhutan. Semacam melukis furniture, thangkas ataupun lukisan spiritual, ukir- pahatan kayu, sulaman, pengerjaan arca, serta sebagainya. Kreasi sebagian murid yang mengikut pelatihan pula terdapat yang di kunjungi.

Jomolhari

Jomolhari, di ketahui pula sebagai Chomolhari serta terkenal sebagai“ pengantin Kanchenjunga,” berdekatan dengan Tiongkok, Bhutan, serta Tibet. Destinasi wisata Jomolhari Track yakni track terindah serta populer di Bhutan. Sejauh eksperimen, seseorang dapat memandang rimba rimbun, desa- desa di tempat, pucuk Himalaya yang istimewa. Turis dapat nikmati panorama pegunungan yang menawan sentuh langit karena ekspedisi membawa Kamu dari ketinggian 2. 600m hingga 5. 000m maupun lebih besar.

Berbagai tipe flora serta fauna terdapat, serta panorama fantastis Gn yang tertutup salju. Jomolhari dari Jomolhari Basecamp di Jangothang yakni sorotan luar biasa dari ekspedisi trackking ini. Jangothang di ketahui pula sebagai base camp Jomolhari, serta merupakan posisi di mana sebagian trackker. Tidak hanya dapat membangun kemping serta santai waktu mereka merancang buat mendaki gunung.

Tingkatan kesulitan pendakiannya lagi. Wisatawan bisa berjalan jalan dalam 8- 9 hari, tergantung kecepatan serta berbagai factor yang lain, terhitung kondisi cuaca. Masyarakat di tempat serta turis dari penjuru dunia datang dengan gerombolan buat natural ke pegunungan suci ini.